Translate

Sabtu, 30 November 2013

CURUG CIGENTIS YANG INDAH DAN MENANTANG

Curug Cigentis adalah wisata air terjun  yang letaknya di sebelah selatan Karawang , tepatnya di desa Mekar Buana , Kecamatan Tegalwaru , jaraknya kira-kira sekitar kurang lebih 44 Km dari pusat kota Karawang. Dengan ketinggian lebih dari 1000 m diatas permukaan air laut ( dpl ), dan tinggian curug sekitar 25 m.


Seperti biasa kami  pagi-pagi sudah berada di UTE PATRIA Jababeka Cikarang sebagai titik kumpulnya . Sekitar 18 orang ahirnya kami memulai perjalanan ini,dengan tanpa sweeper memeng benar-benar nekat.


Didaerah Delta Mas kami istirahat sejenak untuk menghimpun tenaga , karena setelah ini trek yang dilalui akan lebih berat , turunan dan tanjakan serta jalan yang berlumpur.





Kadang kamipun terpaksa harus TTB agar rute bisa dilalui dengan aman.


Karena dalam perjalanan kami temui kali / sungai tanpa adanya jembatan maka  kami sewa penyeberangan dengan perahu kecil
 secara bergantian .



Asyik juga nyeberang pakai perahu terasa

kita berpetualang menjelajaah alam yang masih belum banyak terjamah manusia seperti di TV-TV.



Tapi di ujung penyeberangan sepeda terpaksa harus dipanggul karena jalan naik yang menuju keatas sungai tanahnya  tanah lempung yang sangat lengket sehingga ban sepeda kami berubah bagai donat , mau-gakmau kita harus bersih-bersih dulu sebelum lanjutkan perjalanan.


Untung saja ada saluran irigasi di jalur yang kami lewat .jadi proses bersih-bersih tidak terlalu lama.







Sehabis bersih-bersih kami lanjutkan perjalanan kembali karena jarak yang akan ditempuh masih lumayan jauh . Hari makin siang dan makin panas sehingga kami makin cepat kelelahan karena memeng acara goes kali ini merupakan goes yang terjauh.Untung ditengah perjalanan ada sebuah warung yang cukup lengkap dan lumayanlah buat istirahat dan isi "amunisi " untuk goes lagi lanjutkan perjalanan kami.






Lega rasanya telah sampai lokasi kawasan Cigentis setelah tadi sebelumnya sekitar 2 Km kami dihajar dengan jalan makadam yang nanjak  tanpa bisa goes , memang suatu TTB yang ngehek banget .





Sebelum kami masuk ke Curug Cigentis untuk kenang-kenangan kami sempatkan foto bersama, lumayan bisa buat cerita-cerita ke emak di kampung.



Curug Cigentis ini cukup lumayan sebagai alternatif  wisata keluarga namun sayang infrasruktur disana belum dikelola secara maksimal jadi wisatawanpun agak enggan untuk datang kesana , mungkin nanti kalau ada prhatian pemerintah setempat yang lebih baik lagi dan andil pihak suwasta yang  mau mengelola kawasan ini lebih serius lagi , bukan hanya berorientasi bisnis semata namun juga pelestarian peninggalan budaya berupa alam yang begitu indah ini.




Coba lihat.... indah kan pemandangan alam Curug Cigentis ini , munkin kalau dekat aku akan sering-sering datang kesini.

Keakraban antara Om Junardi Senior dan Juniornya menandai bahwa 20 sampai 50 tahun mendatang masih ada penerus perjuangannya.



Keakraban antara kedua punggawa GOPAT ( Gowes Patria ) Ust Lartono ( Ketua GOPAT ) dan Ust Maryoto ( Bendahara GOPAT ) menandai begitu kental kekeluargaan ini hingga membuat GOPAT selalu kompak dan tetap exis.



Selepas asar kami bergegas pulang menuju Cikarang. Namun karena sebotol penuh kami gowes Cikarang-Cigentis ( Pulang-Pergi ) sampai di Kali Malang waktu sudah petang menjelang magrib , kamipun istirahat dan tunaikan kewajiban.
Dari titik sini kami berpisah untuk menuju rumah kita masing-masing karena kelelahan yang begitu mendera membuat kami pengen buru-buru sampai di rumah, mandi dan istirahat , karena esok aktifitas normal seperti biasa kerja dan hadapi rutinitas , biar tidak bosan ya....kita gowes...dan gowes.....lagi...
Pelajaran  yang mampu kita petik dari gowes ke Cigentis kali ini yaitu terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik , usaha dan perjuangan yang sungguh-sungguh adalah jalan yang harus kita tempuh seperti jalan ke Cigentis yang terjal,menanjak ,berlumpur dan harus panggul sepeda , nyeberang kali dan berkali-kali kepayahan . Itulah perjuangan.....